SANTO CHRISTOPHORUS KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK

Santo Christophorus Sebagai Pelindung Paroki Sungai Pinyuh

Santo Christophorus Sebagai Pelindung Paroki Sungai Pinyuh

MELAYANI YESUS

Perawakan Christophorus besar dan tinggi, ia agak buruk rupa dan bertubuh raksasa. Cita-cita Christophorus, sebagaimana ditemukan dalam banyak literatur, hanya satu yaitu melayani orang yang paling kuat dan paling berkuasa di dunia ini. Ia tahu bahwa raja adalah orang yang paling kuat dan paling berkuasa karena dikawal oleh banyak tentara yang terlatih. Oleh karena itu, ia menjadi pelayan raja.
Suatu hari ia memutuskan untuk meninggalkan raja, karena ia melihat bahwa raja bersama pengawalnya yang kuat itu takut pada setan. Ia mengabdi pada setan, suatu hari ketika ia bepergian bersama setan tuannya itu gemetar ketakutan pada saat melihat sebuah salib yang tertancap dipinggir jalan. “ Ada seorang yang tersalib disana, yaitu Kristus. Ia berkuasa atas maut, ketika melihat tanda salib itu, saya sangat takut dan selalu berusaha menjauh darinya, “ aku setan. Akhirnya Christophorus meninggalkan setan itu.
Christophorus pergi berkelana dan sampai di sebuah sungai, ia mendirikan sebuah gubuk kecil dipinggir sungai itu. Gubuknya berdekatan dengan jalan penyeberangan yang banyak dilewati orang. Kini, ia punya tugas baru, yaitu membantu setiap orang yang mau menyeberang namun takut akan derasnya sungai. Christophorus tidak takut karena badannnya besar, tinggi dan kuat.
Suatu hari datanglah seorang bocah kecil meminta diseberangkan. Christophorus segera mengangkat bocah itu, mendukungnya, dan membawanya ke seberang. Semula beban bocah itu terasa ringan, tetapi lama-kelamaan terus bertambah berat sampai ia tak sanggup lagi meneruskan perjalanannya bersama bocah itu. Pada saat itulah bocah itu berkata, “Akulah Yesus Kristus, Tuhan Semesta Alam dan Raja yang paling kuat dan berkuasa. Hanya kepada-Ku sajalah seharusnya manusia mengabdi.”
Sejak itu, Christophorus memutuskan untuk menjadi abdi dan pelayan Yesus. Ia bertobat dan pergi ke Lycia. Di sana ia mewartakan Injil dan mempertobatkan banyak orang sebelum kematiannya.



PUTRA RAJA KAFIR

Christophorus dikenal luas dikalangan umat sebagai penginjil dan martir. Christophorus, artinya pembawa Kristus, wafat sebagai martir di Lycia, Asia Kecil pada masa pemerintahan Kaisar Decius (249-251). Hal ini juga dipertegas oleh Martiologi Romawi yang menyatakan bahwa ia menerima mahkota kemartiran karena mewartakan injil pada masa itu. Sebuah kisah kuno dari abad pertengahan mengisahkan bahwa Christophorus berasal dari Kanaan di Palestina.
Ia adalah putra seorang raja kafir yang menikah dengan perempuan Kristen. Semula ia bernama Offerus. Offerus bertobat dari kekafiran melalui pengajaran seorang pertapa bernama Babylas. Sumber lain menyebutkan, ia bernama Reprobus sebelum dibaptis.

Pesta Santo Christophorus dirayakan setiap tanggal 25 Juli, Teks Misa yang khusus dibuat untuk menghormati Santo Christophorus dapat ditemukan dalam Misalle Romawi edisi 1962 yang masih berlaku untuk Misa Tridentine. Christophorus menjadi pelindung bagi peziarah, terutama para pengendara motor.
Sungai Pinyuh 2012
Penulis : Bpk VEDASTUS RICKY





Komentar